Kamis, 23 Mei 2019

Lebih Enak tinggal di kota Surabaya Indonesia atau di Perth Aurtralia ?

Bersama saya lagi dan ibuku. Ini kita masih di Australia, tapi ini hari terakhir. Besok pagi sekali, kita mau pulang ke Surabaya. Ini aku sama ibuku mau bahas perasaan kita kembali ke Australia itu gimana, apa senangnya, terus apa yang  kita gak suka disini. Jadi, ibuku Senangnya apa kembali ke Australia ini.  Saya suka sekali sama cuaca disini, yang agak dingin sejuk segar dan sampai hari ini kecuali pada saat ini juga ada matahari dan langit biru bukan main birunya. Lihat rek bibirku kaya gini dingin sampai rusak semua karena kedinginan, menggigil aku, gitu kok malah senang ibuku, gak masuk akal. Ya mungkin karena saya lebih lama di Australia daripada Anda ya. Oke, jadi suka dinginnya ya Tapi saya suuka dingin kenapa tidak suka dingin ya, suka cuaca yang, iya, ada panasnya, kemarin panas, untuk sampai hari ini agak panas, hanya malamnya dingin, tapi dinginnya sampai 3 atau 4 derajat. Waktu kami disini, sekitar 3 atau 4 derajat tapi kami ada di kamar. Kalau malem lho, kalo tengah hari sampai 20 derajat lumayaan, kalo 20 derajat masih enak lah. Terus aku, aku seneng ininya bersihnya, mamaku juga sangat suka, dimana-mana bersih, meski kadang-kadang ada yang ini ya ada yang merokok kadang-kadang di luar, selalu di luar, kalau di Australia harus di luar ya nggak boleh di dalem gedung, harus di luar, tapi ya bersih, airnya bersih, tidak ada sampah dimana-mana, dimana saja nggak ada sampah dan nggak pernah lihat orang buang sampah sembarangan. Apalagi buk, apa yang disukai ? Apalagi yang saya suka, saya memang ada di Perth pada saat ini dan kemarin kami ke Taman Bothanical dimana kami bisa lihat banyak bunga-bunga, kembang, sangat indah buk, bentar buk tanganku kemeng (ngilu), gimana ini. Apa? tanganku kemeng (ngilu) kemeng (ngilu)? Iya. Gimana ini gak tau artinya, gak mudeng? Tanganku ngilu, o waduh, hahaha sebentar.

Sampeyan suka apa lagi, saya juga senang, karena sepi sangat sepi. Di tengah-tengah Kota Perth sepi kemana-mana, ini ini di pinggir kota tapi ya dekat sekali dengan kota tapi sepi. Itu jadi paling enak kalau nggak ada orang sama sekali, itu paling enak? / Iya kalau kita sendirian iya. Waduh beda banget sama orang Surabaya karena sudah biasa bagi saya dengan banyak orang, saya lebih suka kalau keluar dan tidak ya, jauh dari orang lain. Kalau kataku disini, terlalu sepi Kota Perth terlalu sepi, kadang-kadang aku suka sepi sih, tapi pas sepi lebih baik ini, keluar kota aja, ke pedesaan, di Australia gitu enak tapi kalau di kota, sesepi di kota ini, waduh kayaknya kurang pas, apalagi kalau cari orang yang mau di-prank. Jadi terpaksa harus ke taman, harus, kalau nggak Sabtu, hari Minggu, cari orang

Oke, saya juga suka belanja, belanja disini karena saya bisa dapat yang saya mau, kalau di Surabaya, kalau orang ukuran saya, sulit dapat pakaian, maksudnya di Surabaya ukurannya terlalu kecil? Di Surabaya apalagi, suplemen, vitamin, semua itu juga lebih murah disini, iya bener. Juga teh, yang saya suka saya suka teh hijau dengan perasa-perasa gitu? iya disini banyak, ada puluhan sampai ratusan pilihan disini nggak terlalu mahal. Kalau aku suka ini,keindahan alam, kalau di kota, di Australia, masalahnya, kalau di Surabaya memang hijau ya dimana-mana hijautapi tamannya itu hampir nggak ada ataupun kalau kita ke taman, itu kecil dan rumputnya gak boleh di .. Bahasa Jawanya gak boleh di'idek' (diinjak). Kita gak bisa menginjak rumput, untuk apa ada rumput kalau kita gak bisa menginjaknya ?

Ini kita masih di tengah kota, deket, tengah kota masih disana, mungkin beberapa, 1 km itu sudah tengah kota, lihat, keindahan alam kita nggak harus jauh-jauh untuk menikmati pemandangan yang bagus. Kalau di Surabaya kita harus ke Batu, Malang, Pacet, Bromo, jauh, apalagi kalau macet, sampai sana mungkin 4 atau 5 jam, terus harus kembalinya lagi, wah akhirnya males, kalau aku di Surabaya jarang sekali keluar kota.

Memang, wisatanya bagus kalau di luar kota tapi di Surabaya masih kurang, aku lebih suka disini. Oke, sekarang kita bahas apa yang kita kurang suka. Kali ini kurang sukanya apa di Australia? Saya kurang suka karena isrtiku tidak ada sama saya. Ya saya rindu sama dia iya, kangen banget aku sama istri dan Jago. Aku sayang kalian. itu aja? yang lain daripada itu? Enggak ada

Makanan Indonesia itu sangat susah ditemukan kalo liburan di Perth, mungkin beberapa kota lain lebih banyak ya pilihan restoran Indonesia, tapi kalau di Perth sedikit, sedikit banget, jadi kalau di Australia, tapi tapi saya belum dapat, saya belum makan makanan Australia disini nggak ada, nggak bisa beli, sulit beli Ya memang, tapi kuliner Australia itu nggak ada, tapi saya mau makan seperti kentang goreng, sama lamb chops (daging domba potong). Sama iya biasanya gini lho, masakan Australia itu dimasak di rumah, jadi karena di rumah tiap hari udah makan males kalau beli di restoran, makanya nggak ada pilihan itu.


Bersepeda di pinggir sungan di Perth Australia barat

Terus ini, toko-toko itu tutup jam 5, jam 5 sore udah tutup, aduh, semua sepi, setelah itu tidak bisa beli apa saja kan kita ini di hotel rek, kita ini di hotel, gak bisa masak sendiri. Berarti kalau kita di atasnya jam 5 kalau pengen makan pengen ngemil, gak bisa sudah tutup semua. Gak ada warung, gak ada pedagang kaki lima, gak ada sama sekali. Beli pentol gak bisa, aku gak suka sama sekali. Tapi saya masih ingat waktu saya kecil, ya, dan juga waktu kami baru di Indonesia sudah tutup, disitu, iya, tapi swalayan aja lho, tutup jam 5. Ada yang tutup jam 9, tapi nggak semua, haduh susah. Mmm, apa lagi, lumayan banyak sih iya? oh ini, nggak ada Go-Send. Go-Send itu apa ? Kan online taxi ada, disini ada uber, tapi kalau di Indonesia, ada Grab, ada Go-Jek. Dan kita itu bisa kirim barang pake aplikasi itu, kalau disini belum ada, dan juga transportasi sulit karena nggak sama ya, nggak persis sama di Indonesia, iya, lho dengan adanya taxi online. Lebih enak sana sekarang daripada sini, iya, tapi juga kami harus kalau disini agak susah, 

Kami mau naik bis, ya, tapi nggak sampai, karena memang ada yang gratis, katanya. Belum kita coba, tapi ada transportasi di tengah kota yang gratis, kalau naik bis, atau kereta api di tengah kota itu masih gratis. Nggak gratis kalau kereta api, hanya bis. Oo, cuma bis, karena kami naik kereta api, barusan ya, mahal kami harus itu, mahal sekali. Jadi Pergi Pulang kita cuma ke cuma 1 stasiun, karena tadi itu hujan itu harganya, Pergi Pulang hampir 9 Dollar (Rp92.000) kalau nggak salah tadi. Untuk 2 orang jadi nanti pulangnya ini jalan aja nggak usah naik yah, iya kami bisa jalan kaki aja, saya juga suka bahwa bisa jalan kaki hampir kemana-mana. Ada jalan khusus untuk orang yang mau jalan kaki, untuk pejalan. Untuk pecinta sepeda ontel ini surga, iya ini surga bagi orang yang suka jalan kaki atau bersepeda. Mungkin yang terakhir, aku nggak suka ini, hidupnya terlalu nyantai orang sini itu, enak gitu, enak, kayaknya semua, diatas jam 5 jam 6 itu nggak ada orang. Jadi kalau mau cari teman gitu atau mau kenalan sama orang, nggak ada, nggak ada tempat cangkruk (nongkrong). Ya mungkin itu sih, bagusnya kita nanti makan di rumah, sama keluarga masak sendiri jadi lebih sehat daripada makan di luar terus ada baiknya ada buruknya lah. 

Secara keseluruhan mungkin aku lebih, apa ya, mungkin banyak nggak sukanya sih gara-gara nggak ada istri nggak ada Jago. Jadi agak kangen, apalagi Jago kan baru umur 8 bulan. Lain kali harus kembali ke Australia sama mereka. Kalau ibu, keseluruhannya gimana suka atau nggak suka, mungkin kurang suka gara-gara ngikutin anaknya yang sekarang vlogger. Iya memang, ahaha susah, sulit ahahaha, nggak mudah itu selain itu ada lagi? Saya suka sekali semuanya, hampir ya kecuali nggak ada suami, saya suka. Kita mau mengucapkan Terima Kasih kepada tim ini, PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) Apalagi yang di Perth ini yang telah mengundang kami kesini. Untuk acaranya kapan hari di acara SERENATA, wah seru banget rek acaranya. Ya, doakan nggak kapok lah mengundang kita, ya bu ya iya, iya gitu ya sudah rek, Bye Bye
Comments


EmoticonEmoticon

Ads by Google